Rabu, 09 April 2008

Artikel

Teknologi, antara Positif dan Negatif.

A.J Kinasih

Jika kita melihat dunia lewat kacamata pengembara, maka kita akan menemukan dunia yang begitu luas. Begitu juga ketika kita melihat dunia lewat teropong ilmu pengetahuan, maka yang akan kita dapati adalah dunia dengan sejuta misteri. Namun jika melihat dunia lewat jendela teknologi, maka persepsi kita tentang dunia mungkin persis seperti yang pernah diucapkan oleh pepatah, “Dunia tak selebar daun kelor.”

Teknologi memang menjadikan segalanya begitu mudah dan mengasikkan. Dengan adanya pesawat terbang yang menjadikan benua yang satu dengan benua yang lain seperti tetangga dekat. Atau kalau kamu pernah main internet maka kamu akan merasakan dunia berada didepan matamu. Belum lagi handphone ditangan, maka dunia akan berada dalam genggamanmu. Kamu hanya perlu menelpon sahabatmu diseberang samudra lalu dalam hitungan detik kamu sudah berada disana, bercengkrama atau mungkin bercinta.

Namun segala sesuatu, termasuk juga teknologi, selalu menyuguhkan dualisme yang saling bertentangan. Teknologi menjadikan segalanya menjadi mudah namun disisi lain juga menjadikan kita semakin jauh tenggelam dalam kehidupan sehingga sering sekali kita lupa ada sesuatu yang selama ini luput dari perhatian, sesuatu yang bernama Tuhan. Bahkan tidak sedikit pula, teknologi menjadikan orang begitu percaya diri dan lantas menuhankan otaknya. Banyak orang mulai menuhankan logika dan menganggap semua yang ganjil dan tidak bisa diterima logika adalah bullshit.

Silahkan sekali waktu main di warnet dan perhatikan jarak antara kebaikan dan keburukan hanya dipisahkan oleh satu sentuhan halus berbunyi, “Klik!”. Dengan teknologi pula sebuah Negara dapat dibumi hanguskan hanya dalam waktu beberapa jam. Teknologi menjadikan manusia sebagai penguasa karena itu kita sering tergelincir pada keangkuhan dan bahkan tidak jarang meniadakan Tuhan. Kita sering lupa bahwa sesungguhnya tubuh kita sendiri memiliki jaringan dan mekanisme tubuh yang sangat rumit, yang sampai sekarang pun, tidak seorang ilmuwan pun mampu untuk sekedar meniru dengan persis. Ketika sebuah robot anjing diperkenalkan di Jepang beberapa waktu lalu yang kemudian didaulat sebagai robot tercanggih adalah buktinya. Secanggih apapun robot tersebut ia tidak bisa melakukan hal yang selama ini kita anggap sepele, yaitu buang air besar!

Sisi lain negatif dari teknologi adalah kecendrungannya menjadikan manusia bukan sebagai manusia tapi sebagai mesin. Teknologi menjadikan dunia industri tumbuh dan berkembang dengan subur. Dan yang menjadi ciri khas dunia industri adalah menempatkan manusia jauh dari kebutuhannya sebagai manusia. Manusia memerlukan interaksi namun yang terjadi di Negara industri individualisme yang begitu tinggi. Kontras sekali dengan Negara agraris yang masing-masing individunya terikat satu sama lain. Jangan pernah berharap ada gotong royong pada Negara industri karena pada prinsip mereka yang take and give. “Saya akan memberikan sesuatu tapi apa yang saya dapat setelah itu?” kira-kira begitu ilustrasinya.

Tapi bukan berarti kita harus mengharamkan teknologi, hanya saja bagaimana menjadikan kita yang menguasai teknologi bukan sebaliknya, teknologi menguasai kita. Karena seringkali kita membeli handphone bukan atas untuk memenuhi kebutuhan tapi karena kekuasaan handphone yang seolah berkata, “Tanpa hanphone kamu seperti hidup di zaman purba.”

Artikel

Kegagalan Pasar Bebas, Kesejahteraan Rakyat Dipertaruhkan

Sembako terus merangkak naik, itulah fenomena yang rutin terjadi ketika menjelang bulan suci Ramadhan. Hal ini membuat masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, kewalahan menghadapi hal tersebut.Tidak hanya masyarakat konsumen saja yang bingung, tetapi masyarakat pedagang yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok atau sembako ikut repot, pasalnya setiap hari harga sembako terus naik sehingga para pedagang dibuat bingung dalam menentukan harga. Hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan antara 1,9 – 2,2 persen. Tetapi yang paling dirasakan oleh masyarakat golongan rendah adalah naiknya harga minyak goreng, beras, minyak tanah dan gula putih. Seharusnya bulan Ramadhan tidak bisa dijadikan alasan untuk menaikkan harga sembako. Kalau itu terjadi maka akan membebani masyarakat kecil.

Naiknya harga sembako di Indonesia menurut Kasi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen (UPPK) Disperindag Kabupaten Bogor Tri Utami yang dikutip dari Harian Radar Bogor, harga sembako naik karena menjelang datangnya bulan ramadhan. Permintaan akan sembako semakin meningkat sedangkan suplai belum tentu meningkat, tergantung pada kondisi hasil panen. Menurut warga kenaikan harga sembako ini dipicu oleh aksi para spekulan yang menimbun sembako pada saat harga masih rendah dan menjualnya ketika harga naik. Kenaikan harga sembako juga disebabkan oleh tingkat konsumsi masyarakat yang semakin tinggi, masyarakat berbondong-bondong belanja sembako untuk persediaan sampai Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, permintaan pun semakin besar sedangkan persediaan terbatas.

Dalam hukum permintaan dan penawaran, kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam suatu masyarakat. Keinginan yang relatif tidak terbatas sedangkan sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Sehingga masyarakat perlu membuat dan menentukan pilihan kebutuhannya. Tujuannya, agar sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kesejahteraan paling maksimum kepada individu dan masyarakat.

Fungsi dari pemerintah adalah untuk menciptakan suatu perekonomian yang tetap dapat mencapai kesempatan kerja penuh tanpa inflasi, dari waktu ke waktu dapat terus menerus mengalami pertumbuhan yang memuaskan. Memang setiap perekonomian akan dihadapkan pada masalah pengangguran dan kenaikan harga-harga. Dan tidak dipungkiri Indonesia pasti akan mengalami inflasi, tetapi laju inflasi Indonesia sangat tinggi dibandingkan rata-rata inflasi negara berkembang lainnya, yaitu diatas 3 – 4 persen. Indonesia seakan sudah terbiasa dengan suhu ekonomi yang tinggi. Kebijakan moneter yang fungsinya untuk mengendalikan tingkat-tingkat harga, yaitu menjaga agar harga-harga dapat dijamin supaya tetap stabil pun tidak bisa meredam kenaikan harga. Pemerintah Indonesia terlalu terbuai dengan liberalisasi pasar yang katanya merupakan sistem ekonomi yang paling efisien dan dapat mensejahterakan masyarakat secara optimal. Menurut Adam Smith kegiatan perekonomian tidak perlu melibatkan pemerintah, karena akan mewujudkan efisiensi yang tinggi dalam kegiatan ekonomi negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Ia mengakui pemerintah mempunyai kepentingan dalam menangani masalah ekonomi negara tetapi peranannya terbatas kepada menyediakan dan mengembangkan infrastruktur dan menjalankan administrasi pemerintahan, pasar bebas atau Laissez-Faire sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar atau invisible hand. Masalah kenaikan harga ini tidak bisa ditangani secara ad hoc dan reaktif karena telah berlangsung berkali-kali. Persoalan ini bukan persoalan temporer dan tidak bisa dikatakan wajar. Karena, ini menyangkut kesejahteraan masyarakat banyak. Pasar bebas yang diterapkan di Indonesia lebih banyak menghasilkan hal-hal yang negatif dibandingkan hal-hal positifnya. Kelemahan penting dari sistem pasar bebas adalah kecendrungannya untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak setara apabila perekonomian semakin berkembang.

Perekonomian pasar cenderung untuk memberikan ganjaran yang lebih besar kepada pihak-pihak yang mempunyai kemampuan untuk bekerja lebih giat dan lebih efisien, mempunyai keterampilan dan kepandaian yang lebih baik, dan memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif. Maka akan terdapat masyarakat yang memperoleh pendapatan sangat tinggi dan ada golongan yang memperoleh pendapatan rendah. Golongan yang pendapatannya rendah merupakan golongan paling besar.

Tujuan dari setiap kegiatan ekonomi adalah untuk memperoleh keadilan ekonomi, dimana masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan ekonomi secara merata. Tapi nyatanya ketidaksetaraan yang nyata dalam distribusi pendapatan dan kekayaan menimbulkan ketidakpuasan terhadap operasi dan efisiensi sistem ekonomi pasar bebas.

Mekanisme pasar yang hanya menekankan pasar bebas tidak akan pernah mampu menyentuh kesejahteraan dan kepentingan masyarakat yang lemah.

Kenaikan harga sembako murni kesalahan dalam sistem ekonomi yang diterapkan Pemerintah Indonesia. Jadi, hal pertama yang perlu digarisbawahi adalah perubahan sistem ekonomi yang hanya menerapkan kebebasan para pelaku ekonomi yang tidak dicampur tangani oleh pemerintah menjadi sistem ekonomi yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tanpa mengurangi peranan penting mekanisme pasar. Hal yang kedua adalah perubahan dalam membangun kemampuan intelejen pasar yang lebih tangguh dan kokoh. Ketiga, masalah distribusi dan transportasi yang juga merupakan hal paling signifikan menaikkan harga sembako. Keempat, pasar memerlukan pengaturan dan stabilisasi supaya tidak bertindak liar atau kerap bergejolak. Perlu sering diadakan operasi pasar ketika ada kenakalan dari para spekulan yang memainkan harga tanpa sepengetahuan pemerintah. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu berkeringat sia-sia mendapatkan kebutuhan pokok ketika menjelang Ramadhan.

Jika Negara Libertarian saja sudah peduli terhadap keadilan dan kemanusiaan, Indonesia sebagai negara yang berdasarkan konstitusi penganut sistem pasar sosial harus lebih peduli lagi dengan hal-hal yang berbau keadilan dan kemanusiaan. Negara ini perlu perubahan yang signifikan terutama dalam hal perekonomian.

A.J Kinasih

Aktivis PMII UIKA BOGOR

Artikel

Monster Mengerikan Bernama “Global Warming”

Amanah Jati Kinasih

Bongkahan-bongkahan es yang berdiri kokoh di kutub utara dan selatan sebentar lagi akan mencair. Permukaan air laut pun naik dan akan menenggelamkan daratan di bumi ini. Bencana demi bencana berhasil menampilkan kehebatannya meluluhlantakkan bumi;Tsunami, banjir bandang, kekeringan, peningkatan jumlah penyakit;. Ada apa dibalik ini semua? “Global Warming” berhasil menjadi monster mengerikan yang akan membantai bumi kita tercinta.

Ada dua penyebab pemanasan global, diantaranya: pertama, efek rumah kaca. Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbondioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin.Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Tetapi, jika berlebihan maka akan menyebabkan pemanasan global. Kedua, efek umpan balik. Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Efek-efek umpan balik karena pengaruh awan sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif. Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunnya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.

Global Warming sendiri merupakan kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. Dampak pemanasan global khususnya di Indonesia diantaranya Perubahan Iklim yaitu meningkatnya temperature dan curah hujan yang lebih lebat. Pertanian, adanya perubahan pola presipitasi, penguapan, air limpasan, dan kelembapan tanah. Adanya resiko terjadi ledakan hama dan terancamnya ketahanan pangan. Kelautan, Naiknya permukaan laut yang berpotensi mengakibatkan perluasan lahan rawa pasang surut, meningkatkan salinitas tanah dan tingkat keasaman (PH) tanah di sekitar pantai serta akan menenggelamkan daerah pesisir yang produktif. Satwa, perubahan habitat dan penurunan populasi amfibi secara global.

Sebagai manusia yang sehat akal seharusnya kita sadar dengan apa yang terjadi saat ini, tentang kelanjutan kehidupan di muka bumi ini. Pemanasan global memang tidak bisa dicegah tapi kita dapat meminimalisir dengan melakukan hal-hal yang dapat menghambat pemanasan global itu sendiri. Tidak usah jauh-jauh kita mulai dari diri sendiri, dengan menjalin hubungan baik dengan alam sekitar. Karena sebenarnya penyebab utama kejadian luar biasa ini adalah manusia. Setelah adanya kesadaran barulah kita melakukan hal yang lebih kogkrit yaitu dengan menghilangkan jumlah gas karbondioksida. Dengan apa? Yaitu dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat Enhanced Oil Recovery). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan. Langkah berikutnya, membuat tempat resapan air hujan yang akan mendinginkan bumi, karena faktanya daerah- daerah yang seharusnya menjadi daerah resapan air hujan sekarang menjadi daerah yang dipadati bangunan. Sehingga, air hujan tidak bisa terserap ke dalam tanah yang kemudian menyebabkan banjir. Dengan begitu diharapkan dapat menghambat bahkan mengurangi dampak-dampak yang ada.

Pemanasan global merupakan masalah serius. Kita harus bangun dari kebodohan kita dan ketidakmampuan kita dalam menjalin hubungan baik dengan alam. Sadarlah..sadarlah..bumi ini perlu tebusan dosa kita, karena kita telah mengabaikan alam.

Gotong Royong,Budaya kita kah?

GOTONG ROYONG

Gotong-royong sebuah definisi bangsa Indonesia yang selama ini menjadi monumen penting yang selalu diagung-agungkan bangsa Indonesia. Bahkan tetap dijadikan wacana utama dalam tiga periode politik bangsa ini. Sejarah kemerdekaan telah mencatat bahwa kata gotong-royong telah menjadi elemen penting dalam kehidupan bernegara Indonesia. Di zaman Orde Lama gotong-royong merupakan “kata suci�? yang selalu dikumandangkan oleh Sukarno, bahkan pernah dalam salah satu pidatonya, Sukarno menyatakan bahwa bila Pancasila diperas menjadi Ekasila, maka Ekasila itu adalah gotong-royong. Di zaman Orde Baru, walaupun tak segencar di zaman Orla, tetap saja gotong-royong menjadi salah satu kata penting di rezim pembangunan Suharto.

Berbagai kenyataan diungkapkan untuk mendukung pendapat bahwa gotong-royong adalah sifat dasar yang dimiliki bangsa Indonesia. Mulai dari sistem pertanian secara bersama, acara kenduri, mebangun rumah, dan segala macam kegiatan kemasyarakatan yang telah kita sama-sama baca dan pelajari sejak SD, semuanya menunjukkan bahwa gotong-royong sudah ada sejak zaman prasejarah di bumi Indonesia. Ya, memang sejak SD kita telah diberikan doktrin bahwa gotong-royong adalah sifat dasar bangsa Indonesia yang menjadi unggulan bangsa ini dan tidak dimiliki bangsa lain.

Namun saya melihat kenyataan lain, saya mulai meragukan gotong-royong ada di dalam jiwa bangsa Indonesia. Kenyataan yang muncul dengan adanya jurang kemiskinan yang dalam, pengangguran, kerusuhan, krisis ekonomi, semakin membuat saya ragu, apakah benar bangsa ini memiliki jiwa dan semangat gotong-royong. Jikalau gotong-royong diartikan sebagai kerjasama, bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan, maka saya akan sangat ragu bahwa bangsa ini memiliki jiwa gotong-royong. Kalaulah gotong-royong itu ada, pastilah tidak ada jurang kemiskinan yang dalam, karena si kaya akan senatiasa membantu si miskin untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pastilah tidak ada kerusuhan masa, yang dipicu adanya ketidakadilan, karena setiap tetidakadilan akan mustahil muncul dari jiwa gotong-royong. Demikian pula dengan krisis ekonomi dan krisis-krisis lainnya.

Pendapat lain muncul. Jiwa gotong-royong sudah mulai terkikis akibat masuknya budaya individualisme dan materialisme dari Barat. Semula saya setuju dengan pandangan ini, namun belakangan saya mulai berpikir bahwa pedapat ini cuma sekedar apologi yang mencoba membenarkan pendapat pertama. Seandainya benar jiwa gotong-royong itu ada semenjak zaman dahulu, saya yakin tidak mungkin bangsa Indinesia dijajah sampai berabad-abad lamanya.
Saya yakin bila jiwa gotong-royong itu ada pada bangsa Indonesia maka pastilah bangsa ini tidak pernah mau hidup terjajah. Nyatanya selalu butuh seorang tokoh untuk menggerakkan perjuangan. Itupun biasanya harus dipicu dengan kejadian-kejadian yang bersifat ekonomis. Jarang sekali seorang raja yang mendapatkan “fasilitas�? dari penjajah mau “memberontak�?, walupun alam dan rakyatnya dikuras dan diperas habis-habisan. Biasanya raja yang memberontak dipicu oleh pengambilan hak-hak istimewanya oleh penjajah, atau “fasilitas�? penjajah yang kurang memenuhi hasratnya –namun sekali lagi rakyatlah yang jadi korban ambisi sang raja, rakyat berperang sampai merkubang darah, sementara raja kalau kalah paling cuma ditangkap dan dibuang.

Sementara rakyat pun demikian, walaupun saudaranya ditindas, kebanyakan mereka enggan membantu bila mereka sendiri telah mendapatkan “rasa aman�? dari penjajah. Buktinya kebanyakan “centeng�? dan mandor rodi, tanam paksa, dan sebagainya, adalah pribumi. Saya melihat bahwa kultur yang menonjol pada bangsa ini adalah kultur feodalisme. Dimana seorang penguasa akan dapat dengan bebas memenuhi hasrat ekonominya, sementara rakyat kecil secara kultural “nrimo�? saja dengan perlakuan penguasa. Kebanyak rakyat enggan memperjuangkan hak-haknya. Apalagi memperjuangkan hak saudaranya. Biarlah saja mereka menderita asal kita tidak, asal kita masih bisa makan, tidak apa-apa membayar upeti, kultur ini lah yang dominan dimiliki bangsa ini. Dimana pembelaan terhadap penindasan penguasa adalah sesuatu yang tabu.
Penguasa adalah “tuhan�? yang harus di dengar dan ditaati kata-kata dan perintahnya. Walau pun harus berdarah-darah perintah pengusa harus ditaati, karena ketaatan kita kan memberikan kredit kepada kita, siapa tahu nati bisa jadi menteri atau punggawa kerajaan. Atau setidaknya dapat sedikit bagian tanah dan jadi penguasa kecil –yang berarti pula kemudian dapat menindas bawahannya.

Gotong-royong yang dimiliki bangsa ini hanyalah gotong-royong yang bersifat aman dan menguntungkan bersama. Sementara gotong-royong yang “berdarah-darah�? untuk menolak penindasan adalah sesuatu yang tabu. Gotong-royong yang dimiliki bangsa ini adalah gotong-royong yang harus mempunyai feed back, mari kita bersama bergotong-royong mengadakan kenduri, agar kelak saat kita punya hajat maka orang lain pun akan membantu kita. Mari kita bergotong-royong membuat pengairan sawah, agar sawah kita pun dapat diairi. Mari kita bergotong-royong membangun balai desa, agar nanti kita juga dapat nonton teve di sana.
Buat apa kita bersama-sama mengentaskan orang-orang miskin, nanti mereka malah menjadi saingan dagang kita. Buat apa kita sibuk-sibuk mengurusi orang lain yang tanahnya diambil paksa oleh penguasa, yang penting kita selamat, kalau ikut-ikutan nanti malah kena getahnya. Buat apa ikut-ikutan memprotes kebijakan sekolah, nanti malah dicap anak nakal dan dapat nilai jelek. Buat apa ikut-ikutan demo, nanti malah dipentung polisi dan ditahan, toh demo juga tidak selalu didengar, lagipula kebijakan yang diprotes itu kan tidak ada sangkut-pautnya dengan kita.

Silakan Anda perdebatkan, masih relevankah kata gotong-royong disematkan di jiwa bangsa Indonesia?

Minggu, 27 Januari 2008

gueeeee

hiiiii..let me introduce..
my name qq

yah..yah..lucu kan nama gue..
biasa dipanggil qq ato dian sastro gpp kok,,ho3 (ngarep abiz)

oia gue lagi males banget nulis nii..tar aja ya..

well, have a nice day cuz i'll be mine..

to be continued