Kegagalan Pasar Bebas, Kesejahteraan Rakyat Dipertaruhkan
Sembako terus merangkak naik, itulah fenomena yang rutin terjadi ketika menjelang bulan suci Ramadhan. Hal ini membuat masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, kewalahan menghadapi hal tersebut.Tidak hanya masyarakat konsumen saja yang bingung, tetapi masyarakat pedagang yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok atau sembako ikut repot, pasalnya setiap hari harga sembako terus naik sehingga para pedagang dibuat bingung dalam menentukan harga. Hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan antara 1,9 – 2,2 persen. Tetapi yang paling dirasakan oleh masyarakat golongan rendah adalah naiknya harga minyak goreng, beras, minyak tanah dan gula putih. Seharusnya bulan Ramadhan tidak bisa dijadikan alasan untuk menaikkan harga sembako. Kalau itu terjadi maka akan membebani masyarakat kecil.
Naiknya harga sembako di Indonesia menurut Kasi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen (UPPK) Disperindag Kabupaten Bogor Tri Utami yang dikutip dari Harian Radar Bogor, harga sembako naik karena menjelang datangnya bulan ramadhan. Permintaan akan sembako semakin meningkat sedangkan suplai belum tentu meningkat, tergantung pada kondisi hasil panen. Menurut warga kenaikan harga sembako ini dipicu oleh aksi para spekulan yang menimbun sembako pada saat harga masih rendah dan menjualnya ketika harga naik. Kenaikan harga sembako juga disebabkan oleh tingkat konsumsi masyarakat yang semakin tinggi, masyarakat berbondong-bondong belanja sembako untuk persediaan sampai Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, permintaan pun semakin besar sedangkan persediaan terbatas.
Dalam hukum permintaan dan penawaran, kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam suatu masyarakat. Keinginan yang relatif tidak terbatas sedangkan sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Sehingga masyarakat perlu membuat dan menentukan pilihan kebutuhannya. Tujuannya, agar sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kesejahteraan paling maksimum kepada individu dan masyarakat.
Fungsi dari pemerintah adalah untuk menciptakan suatu perekonomian yang tetap dapat mencapai kesempatan kerja penuh tanpa inflasi, dari waktu ke waktu dapat terus menerus mengalami pertumbuhan yang memuaskan. Memang setiap perekonomian akan dihadapkan pada masalah pengangguran dan kenaikan harga-harga. Dan tidak dipungkiri
Perekonomian pasar cenderung untuk memberikan ganjaran yang lebih besar kepada pihak-pihak yang mempunyai kemampuan untuk bekerja lebih giat dan lebih efisien, mempunyai keterampilan dan kepandaian yang lebih baik, dan memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif. Maka akan terdapat masyarakat yang memperoleh pendapatan sangat tinggi dan ada golongan yang memperoleh pendapatan rendah. Golongan yang pendapatannya rendah merupakan golongan paling besar.
Tujuan dari setiap kegiatan ekonomi adalah untuk memperoleh keadilan ekonomi, dimana masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan ekonomi secara merata. Tapi nyatanya ketidaksetaraan yang nyata dalam distribusi pendapatan dan kekayaan menimbulkan ketidakpuasan terhadap operasi dan efisiensi sistem ekonomi pasar bebas.
Mekanisme pasar yang hanya menekankan pasar bebas tidak akan pernah mampu menyentuh kesejahteraan dan kepentingan masyarakat yang lemah.
Kenaikan harga sembako murni kesalahan dalam sistem ekonomi yang diterapkan Pemerintah
Jika Negara Libertarian saja sudah peduli terhadap keadilan dan kemanusiaan,
A.J Kinasih
Aktivis PMII UIKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar