Rabu, 09 April 2008

Artikel

Kegagalan Pasar Bebas, Kesejahteraan Rakyat Dipertaruhkan

Sembako terus merangkak naik, itulah fenomena yang rutin terjadi ketika menjelang bulan suci Ramadhan. Hal ini membuat masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, kewalahan menghadapi hal tersebut.Tidak hanya masyarakat konsumen saja yang bingung, tetapi masyarakat pedagang yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok atau sembako ikut repot, pasalnya setiap hari harga sembako terus naik sehingga para pedagang dibuat bingung dalam menentukan harga. Hampir semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan antara 1,9 – 2,2 persen. Tetapi yang paling dirasakan oleh masyarakat golongan rendah adalah naiknya harga minyak goreng, beras, minyak tanah dan gula putih. Seharusnya bulan Ramadhan tidak bisa dijadikan alasan untuk menaikkan harga sembako. Kalau itu terjadi maka akan membebani masyarakat kecil.

Naiknya harga sembako di Indonesia menurut Kasi Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen (UPPK) Disperindag Kabupaten Bogor Tri Utami yang dikutip dari Harian Radar Bogor, harga sembako naik karena menjelang datangnya bulan ramadhan. Permintaan akan sembako semakin meningkat sedangkan suplai belum tentu meningkat, tergantung pada kondisi hasil panen. Menurut warga kenaikan harga sembako ini dipicu oleh aksi para spekulan yang menimbun sembako pada saat harga masih rendah dan menjualnya ketika harga naik. Kenaikan harga sembako juga disebabkan oleh tingkat konsumsi masyarakat yang semakin tinggi, masyarakat berbondong-bondong belanja sembako untuk persediaan sampai Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, permintaan pun semakin besar sedangkan persediaan terbatas.

Dalam hukum permintaan dan penawaran, kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam suatu masyarakat. Keinginan yang relatif tidak terbatas sedangkan sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Sehingga masyarakat perlu membuat dan menentukan pilihan kebutuhannya. Tujuannya, agar sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kesejahteraan paling maksimum kepada individu dan masyarakat.

Fungsi dari pemerintah adalah untuk menciptakan suatu perekonomian yang tetap dapat mencapai kesempatan kerja penuh tanpa inflasi, dari waktu ke waktu dapat terus menerus mengalami pertumbuhan yang memuaskan. Memang setiap perekonomian akan dihadapkan pada masalah pengangguran dan kenaikan harga-harga. Dan tidak dipungkiri Indonesia pasti akan mengalami inflasi, tetapi laju inflasi Indonesia sangat tinggi dibandingkan rata-rata inflasi negara berkembang lainnya, yaitu diatas 3 – 4 persen. Indonesia seakan sudah terbiasa dengan suhu ekonomi yang tinggi. Kebijakan moneter yang fungsinya untuk mengendalikan tingkat-tingkat harga, yaitu menjaga agar harga-harga dapat dijamin supaya tetap stabil pun tidak bisa meredam kenaikan harga. Pemerintah Indonesia terlalu terbuai dengan liberalisasi pasar yang katanya merupakan sistem ekonomi yang paling efisien dan dapat mensejahterakan masyarakat secara optimal. Menurut Adam Smith kegiatan perekonomian tidak perlu melibatkan pemerintah, karena akan mewujudkan efisiensi yang tinggi dalam kegiatan ekonomi negara dan dalam jangka panjang kebebasan tersebut akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Ia mengakui pemerintah mempunyai kepentingan dalam menangani masalah ekonomi negara tetapi peranannya terbatas kepada menyediakan dan mengembangkan infrastruktur dan menjalankan administrasi pemerintahan, pasar bebas atau Laissez-Faire sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar atau invisible hand. Masalah kenaikan harga ini tidak bisa ditangani secara ad hoc dan reaktif karena telah berlangsung berkali-kali. Persoalan ini bukan persoalan temporer dan tidak bisa dikatakan wajar. Karena, ini menyangkut kesejahteraan masyarakat banyak. Pasar bebas yang diterapkan di Indonesia lebih banyak menghasilkan hal-hal yang negatif dibandingkan hal-hal positifnya. Kelemahan penting dari sistem pasar bebas adalah kecendrungannya untuk mewujudkan distribusi pendapatan yang semakin tidak setara apabila perekonomian semakin berkembang.

Perekonomian pasar cenderung untuk memberikan ganjaran yang lebih besar kepada pihak-pihak yang mempunyai kemampuan untuk bekerja lebih giat dan lebih efisien, mempunyai keterampilan dan kepandaian yang lebih baik, dan memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih kreatif. Maka akan terdapat masyarakat yang memperoleh pendapatan sangat tinggi dan ada golongan yang memperoleh pendapatan rendah. Golongan yang pendapatannya rendah merupakan golongan paling besar.

Tujuan dari setiap kegiatan ekonomi adalah untuk memperoleh keadilan ekonomi, dimana masyarakat dapat menikmati hasil-hasil kegiatan ekonomi secara merata. Tapi nyatanya ketidaksetaraan yang nyata dalam distribusi pendapatan dan kekayaan menimbulkan ketidakpuasan terhadap operasi dan efisiensi sistem ekonomi pasar bebas.

Mekanisme pasar yang hanya menekankan pasar bebas tidak akan pernah mampu menyentuh kesejahteraan dan kepentingan masyarakat yang lemah.

Kenaikan harga sembako murni kesalahan dalam sistem ekonomi yang diterapkan Pemerintah Indonesia. Jadi, hal pertama yang perlu digarisbawahi adalah perubahan sistem ekonomi yang hanya menerapkan kebebasan para pelaku ekonomi yang tidak dicampur tangani oleh pemerintah menjadi sistem ekonomi yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah tanpa mengurangi peranan penting mekanisme pasar. Hal yang kedua adalah perubahan dalam membangun kemampuan intelejen pasar yang lebih tangguh dan kokoh. Ketiga, masalah distribusi dan transportasi yang juga merupakan hal paling signifikan menaikkan harga sembako. Keempat, pasar memerlukan pengaturan dan stabilisasi supaya tidak bertindak liar atau kerap bergejolak. Perlu sering diadakan operasi pasar ketika ada kenakalan dari para spekulan yang memainkan harga tanpa sepengetahuan pemerintah. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu berkeringat sia-sia mendapatkan kebutuhan pokok ketika menjelang Ramadhan.

Jika Negara Libertarian saja sudah peduli terhadap keadilan dan kemanusiaan, Indonesia sebagai negara yang berdasarkan konstitusi penganut sistem pasar sosial harus lebih peduli lagi dengan hal-hal yang berbau keadilan dan kemanusiaan. Negara ini perlu perubahan yang signifikan terutama dalam hal perekonomian.

A.J Kinasih

Aktivis PMII UIKA BOGOR

Tidak ada komentar: